Book a Call

Edit Template
Materi Matematika SMP

Transformasi Geometri

Pengertian

Transformasi geometri adalah perubahan posisi, bentuk, atau ukuran suatu bangun pada bidang koordinat berdasarkan aturan tertentu. Dalam transformasi geometri, suatu titik atau bangun dipindahkan sehingga menghasilkan bayangan (hasil transformasi) dari bangun semula. Transformasi geometri banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti desain grafis, arsitektur, teknik, animasi komputer, dan pemetaan.

Secara umum, transformasi geometri yang dipelajari di tingkat SMP meliputi:

  1. Translasi (Pergeseran)
  2. Refleksi (Pencerminan)
  3. Rotasi (Perputaran)
  4. Dilatasi (Perkalian atau Perbesaran)
Peta Konsep Materi
Sistem Koordinat Kartesius

Sebelum mempelajari transformasi geometri, siswa harus memahami sistem koordinat Kartesius.

Sebuah titik dinyatakan dalam bentuk:

( x, y )

Keterangan:

  • x = absis (koordinat horizontal)

  • y = ordinat (koordinat vertikal)

Contoh:

Titik A(3,4) berarti:

  • 3 satuan ke kanan dari titik pusat O

  • 4 satuan ke atas

 
Translasi (Pergeseran)

1. Pengertian Translasi

Translasi adalah transformasi yang memindahkan suatu titik atau bangun tanpa mengubah bentuk dan ukurannya. Semua titik bergeser dengan jarak dan arah yang sama.

2. Rumus Translasi

Jika suatu titik:

A (x,y)

ditranslasikan oleh:

(a,b)

maka bayangannya:

A′ (x+a, y+b)

3. Contoh Translasi

Titik:

A(2,3)

ditranslasikan oleh:

(4,−2)

Maka:

A′(2+4,3−2)

A′(6,1)

4. Sifat Translasi

  • Bentuk tetap

  • Ukuran tetap

  • Sudut tetap

  • Jarak tetap

  • Hanya posisi yang berubah

Refleksi (Pencerminan)

1. Pengertian Refleksi

Refleksi adalah transformasi yang menghasilkan bayangan suatu bangun terhadap garis cermin tertentu.

2. Refleksi terhadap Sumbu-X

Aturan:

(x,y)→(x,−y)

Contoh:

(4,5)→(4,−5)

3. Refleksi terhadap Sumbu-Y

Aturan:

(x,y)→(−x,y)

Contoh:

(4,5)→(−4,5)

4. Refleksi terhadap Titik O (0,0)

Aturan:

(x,y)→(−x,−y)

Contoh:

(2,3)→(−2,−3)

5. Refleksi terhadap Garis y=x

Aturan:

(x,y)→(y,x)

Contoh:

(2,5)→(5,2)

 
Rotasi (Perputaran)

1. Pengertian Rotasi

Rotasi adalah transformasi yang memutar suatu titik atau bangun terhadap pusat rotasi tertentu.

Biasanya pusat rotasi berada di titik:

O (0,0)

2. Rotasi 90° Berlawanan Arah Jarum Jam

Aturan:

(x,y)→(−y,x)

Contoh:

(3,2)→(−2,3)

3. Rotasi 180°

Aturan:

(x,y)→(−x,−y)

Contoh:

(3,4)→(−3,−4)

4. Rotasi 270° Berlawanan Arah Jarum Jam

Aturan:

(x,y)→(y,−x)

Contoh:

(3,4)→(4,−3)

5. Sifat Rotasi

  • Bentuk tetap

  • Ukuran tetap

  • Sudut tetap

  • Jarak tetap

  • Posisi berubah karena diputar

Berikut adalah ringkasan rumus-rumus “Transformasi Geometri”

1. Tentukan bayangan titik A(3,5) jika ditranslasikan oleh (4,-2).

Jawaban

A′(x+a,y+b)

A′=(3+4,5−2)

A′=(7,3)

Jadi bayangan titik A adalah (7,3).

2. Tentukan bayangan titik B(6,-4) terhadap sumbu-X.

Jawaban

Aturan:

(x,y)→(x,−y) 

(6,−4)→(6,4)

Jadi bayangan titik B adalah (6,4).

3. Tentukan bayangan titik C(2,7) terhadap sumbu-Y.

Jawaban

Aturan:

(x,y)→(−x,y)

(2,7)→(−2,7)

Jadi bayangan titik C adalah (-2,7).

Kerjakanlah soal dibawah ini dengan seksama:
  1. Titik A(4,7) ditranslasikan oleh vektor (−3,5). Tentukan koordinat bayangan titik A.

  2. Segitiga ABC dengan titik A(2,3), B(5,2), dan C(4,6) dicerminkan terhadap sumbu-Y. Tentukan koordinat bayangan ketiga titik tersebut.

  3. Titik P(7,-4) dirotasikan 180° terhadap pusat O(0,0). Tentukan koordinat bayangannya.

  4. Persegi panjang ABCD memiliki titik A(1,2), B(5,2), C(5,6), dan D(1,6). Bangun tersebut didilatasikan dengan faktor skala 2 terhadap pusat O(0,0). Tentukan koordinat bayangan seluruh titik.

  5. Titik M(6,8) dicerminkan terhadap garis y=x kemudian hasilnya dirotasikan 90° berlawanan arah jarum jam terhadap titik pusat O(0,0). Tentukan koordinat akhirnya

Next Level Challange:

1. Titik P(4,-7) ditranslasikan oleh vektor (−5,8). Koordinat bayangan titik tersebut adalah ….

A. (−1,1)

B. (−1,15)

C. (9,1)

D. (1,15)

E. (−9,1)

2. Titik Q(8,−3) direfleksikan terhadap garis y=x. Koordinat bayangannya adalah ….

A. (3,−8)

B. (−3,8)

C. (−3,−8)

D. (8,3)

E. (3,8)

3. Titik R(−6,4) dirotasikan 270° berlawanan arah jarum jam terhadap pusat O(0,0). Hasil rotasi adalah ….

A. (4,6)

B. (−4,−6)

C. (4,−6)

D. (−4,6)

E. (6,4)

4. Sebuah titik S(x,y) didilatasikan dengan faktor skala 4 terhadap titik pusat O(0,0). Jika bayangannya adalah S'(20,−12), maka koordinat titik S adalah ….

A. (4,−3)

B. (5,−3)

C. (5,−4)

D. (4,−4)

E. (6,−3)

5. Titik T(2,−5) dicerminkan terhadap sumbu-X kemudian hasilnya dirotasikan 90° berlawanan arah jarum jam terhadap titik pusat O(0,0). Koordinat akhir titik tersebut adalah ….

A. (−5,−2)

B. (5,−2)

C. (−2,−5)

D. (5,2)

E. (−5,2)

0 Shares

SMART EDUCATION

Profesional & Berkarakter
Jl. Suromulang Selatan VII no 16 – Kota Mojokerto
08585-274-2625
0897-777-2700